SD Giwangan Yogyakarta

Jl Tegalturi No 45 Umbulharjo Yogyakarta Telp (0274) 378421

Terwujudnya siswa yang Beriman Dan Bertaqwa, Berkarakter, Berbudaya, Berwawasan Lingkungan, Dan Unggul dalam Prestasi.

Manajemen

Senin, 29 Oktober 2018 ~ Oleh admin ~ Dilihat 23 Kali

Layanan Pendidikan Inklusi

Adalah sistem layanan pendidikan yang  memberikan  kesempatan  kepada  semua anak   belajar bersama-sama di sekolah  umum, di dalam kelas yang sama dengan memperhatikan keragaman dan kebutuhan individu sehingga potensi anak dapat berkembang secara optimal

2). Prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif

  1. Prinsip pemerataan dan peningkatan mutu

Yaitu upaya pemerataan kesempatan memperoleh layanan pendidikan dan peningkatan mutu, karena model pembelajaran inklusif menggunakan metodologi pembelajaran yang sangat bervariasi yang bisa memberikan akses bagi semua anak dan menghargai semua perbedaan

  1. Prinsip kebutuhan individu
  • Prinsip berkelanjutan
  1. Prinsip keterlibatan

Dalam kegiatan pendidikan inklusif memerlukan banyak keterlibatan berbagai pihak, diantaranya:

  • Kondisi kelas yang hangat, ramah, penerimaan terhadap kebaragaman siswa, kurikulum yang individual
  • Kolaborasi antar profesi dan sumber daya lain dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian belajar siswa.
  • Keterlibatan dan kerja sama orangtua yang intens
  • Pelatihan teknis dalam vasilitasi ABK
  • Assament berkala

 

 

 

 

3). Managemen

  1. Peserta didik

Dari hasil observasi kemudian ditindaklanjuti dengan assasmen, terdapat 13 siswa berkebutuhan khusus, yang dapat diklasifikasikan menjadi:

 

No

 

Jenis Kebutuhan

 

Kelas

Jumlah

 

Keterangan

L

P

1

Low Vision

VI

1

        -

 

2

Speach delay

III

1

-

 

3

Tuna grahita

I,V, VI,

3

2

 

4

ADHD

IV,

1

-

 

5

Tuna Daksa

I,V

1

1

 

6

Autis

III

1

-

 

7

Slow Learner

V

1

-

 

8.

Tuna Rungu

I,II

1

1

 

9.

Tuna Wicara

IV,

 

1

 

10.

GPPH

VI

-

1

 

11.

Hiper aktif

II

1

-

 

 

  1. Kurikulum

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum reguler dan kurikulum yang dimodifikasi berdasarkan isi dan kemampuan sesuai karakter peserta didik dan dijabarkan ke dalam PPI (Program Pembelajaran Individu).

  • Proses pembelajaran

Kegiatan belajar siswa menggunakan sistem pull-out, yaitu siswa belajar bersama di kelas reguler dengan didampingi Guru Pendamping Khusus (GPK) namun pada saat-saat tertentu siswa bisa di tarik keluar kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar yang sifatnya individual sesuai program siswa.

  1. Ketenagaan

Kegiatan belajar siswa berkebutuhan khusus, tetap menjadi tanggung jawab guru kelas di mana siswa tersebut berada. Siswa berkebutuhan khusus mendapat layanan dan pendampingan dari GPK (Guru Pendidikan Khusus), dengan ketentuan :

  1. Guru pendidikan khusus (GPK) adalah guru khusus yang bertugas di sekolah umum, memberikan bimbingan dan layanan kepada anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan, kesulitan dan keterbatasan dalam mengikuti aktifitas belajar di sekolah. Seperti, aktifitas sosial, gerak motorik, akademik, dan kegiata ADL lain.
  2. Peran GPK adalah sebagai fasilitator, dan mediator yang menampung dan melayani segala yang menjadi kebutuhan ABK.
  3. Penilaian

Penilaian yang digunakan adalah mengacu pada kurikulum yang digunakan oleh siswa sesuai dengan jenis kebutuhannya.

KOMENTARI TULISAN INI

...

Siyam Mardini, M.Pd.

SD N Giwangan merupakan sekolah peraih penghargaan sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2017. Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah website ini bermanfaat bagi anda?

LIHAT HASIL